Apel pembukaan berlangsung di halaman pesantrenMedia Asgar Center – Pondok Pesantren As’adiyah Baburrahman Galung Beru, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, resmi memulai pelaksanaan Ujian Akhir As’adiyah Tahun Pelajaran 2025/2026, Sabtu (4/4/2026).
Ujian Akhir As’adiyah merupakan rangkaian ujian terpadu tingkat cabang se-Nusantara yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh cabang madrasah dan pondok pesantren di bawah naungan As’adiyah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Apel pembukaan berlangsung di halaman pesantren dan dihadiri Ketua Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, KM Rusli Rahman, S.Fil.I., M.Pd, serta Pengawas Pusat, Jaja Miharja, S.Pd., M.Pd. Hadir pula para kepala madrasah lingkup As’adiyah Galung Beru jenjang MI, MTs, dan MA, bersama tenaga pendidik dan pembina.
Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 57 santri-santriwati As’adiyah Galung Beru tercatat sebagai peserta ujian.

Ketua Yayasan, KM. Rusli Rahman bersama Pengawas Pusat Ujian, Jaja Miharja, S.Pd., M.Pd
Ketua Yayasan, KM Rusli Rahman, dalam sambutannya mendorong para peserta untuk mempertahankan capaian prestasi yang pernah diraih sebelumnya.
“Pertahankan prestasi yang pernah dicapai Cabang As’adiyah Galung Beru. Kita pernah meraih terbaik pertama peserta ujian As’adiyah se-Nusantara dengan nilai tertinggi di tingkat MI. Saya yakin para santri pasti bisa,” ujarnya.
Sementara itu, Pengawas Ujian As’adiyah Pusat Sengkang, Jaja Miharja, menekankan pentingnya kedisiplinan dan kejujuran selama pelaksanaan ujian.
“Kami berharap para santri menjaga kejujuran, karena nilai yang berkah adalah nilai yang diperoleh dari hasil kerja keras sendiri,” tuturnya.
Ketua Panitia Pelaksana, KM Multazam Lukman, S.Ag., memastikan seluruh kesiapan teknis telah dilakukan demi kelancaran ujian.
“Kami telah menyiapkan seluruh kebutuhan ujian agar 57 peserta dapat mengikuti dengan nyaman. Harapan kami, seluruh santri lulus dengan hasil memuaskan dan pelaksanaan tetap kondusif hingga hari terakhir,” katanya.
Ujian ini diikuti oleh seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan As’adiyah, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Menariknya, pelaksanaan ujian menggunakan sistem digital berbasis Android melalui aplikasi khusus yang disiapkan panitia. Setiap peserta menggunakan perangkat handphone masing-masing dan mengakses soal menggunakan token yang dibagikan secara daring.
Penerapan sistem ini dinilai lebih praktis, efisien, serta mendukung pengurangan penggunaan kertas. Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bukti komitmen Pondok Pesantren As’adiyah dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta kesiapan menghadapi era digital, tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan Islam yang menjadi fondasi utama As’adiyah.




